| Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, memimpin rapat evaluasi bersama petinggi Perumda Tirta Pawan (mediadialog/ist) |
MediaDialog.id – Pemerintah Kabupaten Ketapang mulai memperketat pengawasan terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, memimpin langsung Rapat Monitoring dan Evaluasi kinerja serta tata kelola Perumda Air Minum Tirta Pawan di Ruang Rapat Kantor Bupati, Selasa (5/5).
Dalam pertemuan tersebut, Wabup menekankan bahwa Perumda tidak boleh lagi dikelola dengan cara-cara lama. Profesionalisme dan efisiensi menjadi harga mati untuk meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Pemerintah daerah harus mengetahui secara detail kondisi perusahaan, apakah sehat atau tidak. Dari situ kita dapat menentukan langkah strategis ke depan. Tidak boleh ada anggapan bahwa untung atau rugi bukan persoalan," tegas Jamhuri Amir.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Pawan, L. Yudiharto J. Saptono, memaparkan data terkini mengenai operasional perusahaan diantaranya terkait pertumbuhan pelanggan yang aktif dari 15.169 ditahun 2025 menjadi 15.561 di Maret 2026.
Saat ini, kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) mencapai 170 liter per detik yang melayani lima kecamatan: Delta Pawan, Benua Kayong, Kendawangan, Tumbang Titi, dan Marau. Namun, kapasitas ini diakui belum mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan pelanggan yang terus tumbuh.
"Kita ingin Perumda ini benar-benar sehat, profesional, dan dipercaya masyarakat. Harus ada nilai tambah bagi daerah," tutupnya. (AR)
Trending