Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemkab Ketapang Perketat Aturan SPMB

Foto bersama wakil bupati Ketapang Jamhuri usai kegiatan penandatangan pakga integritas SPMB (Mediadialog/ist)
MediaDialog.id – Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen penuh untuk menciptakan proses penerimaan siswa yang bersih dan berintegritas. 

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, saat membuka kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Selasa (5/5).

​Kegiatan ini merupakan langkah strategis daerah untuk menjalankan amanat Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025. Fokus utamanya adalah memastikan seleksi masuk sekolah berjalan objektif, akuntabel, serta bebas dari praktik diskriminasi.

​Wabup Jamhuri menyampaikan bahwa pakta integritas yang ditandatangani bukan sekadar prosedur administratif, melainkan janji moral para pemangku kepentingan pendidikan.

​"Pelaksanaan SPMB harus menjadi cerminan integritas kita bersama. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang keadilan bagi setiap anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak," ujar Wabup.

​Sebagai landasan operasional, Pemkab Ketapang telah menerbitkan SK Bupati Nomor 119/DISDIK-A/2026 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB. Dalam aturan tersebut, ditegaskan poin-poin krusial yang wajib dipatuhi sekolah seperti melarang pungutan atau sumbangan dalam proses SPMB, pelarangan aturan yang mewajibkan pembelian seragam atau buku sebagai syarat penerimaan.

Pemerintah daerah memastikan bahwa calon murid dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas mendapatkan prioritas melalui jalur afirmasi.

​"Semua anak memiliki hak yang sama. Kita harus hadir memastikan tidak ada yang tertinggal," tambahnya.

Jamhuri Amir mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang atas inisiatif ini. Ia berharap seluruh kepala sekolah dan jajaran pendidikan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah pendidikan di Ketapang.

​"Mari kita wujudkan sistem pendidikan yang berintegritas dan berpihak pada masa depan anak-anak kita," pungkasnya. (AR)

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Next