​Wujudkan Kemandirian Pangan, Pemprov Kalbar Dorong Hilirisasi Sawit dan Kepastian Hukum Lahan

Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan (doc.antara)
Mediadialog.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mematangkan langkah strategis untuk mewujudkan hilirisasi kelapa sawit di Kalbar.

 Langkah ini difokuskan pada pengembangan industri minyak goreng dan berbagai produk turunannya dengan tetap memprioritaskan kepastian hukum serta legalitas lahan.

Melansir kalbar.antaranews, ​​Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, memacu pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat Kalbar.

"Sebagai pimpinan daerah, kami menyambut baik rencana hilirisasi ini, mulai dari pembangunan pabrik minyak goreng hingga pengembangan produk turunannya seperti margarin. Ini merupakan cita-cita besar kami agar Kalbar mampu mewujudkan kemandirian pangan," ujar Krisantus, Kamis. (23/7).

​Selain pembangunan industri pengolahan, Krisantus menyoroti pentingnya optimalisasi lahan perkebunan. Pemprov Kalbar mendorong penerapan pola intercropping seperti penanaman kedelai sebelum kelapa sawit, serta program integrasi sapi-sawit guna membantu memenuhi kebutuhan daging nasional maupun regional.

​Kendati demikian, seluruh program perluasan lahan wajib memegang teguh prinsip kepastian hukum. Ia meminta seluruh pihak memastikan status lahan benar-benar clear and clean untuk meminimalkan potensi sengketa hukum maupun konflik sosial di masa mendatang.

​"Kalau dari target luasan ada yang bermasalah, fokus pada lahan yang benar-benar clear and clean. Jangan sampai muncul persoalan hukum di kemudian hari," tegasnya.

​Di samping aspek regulasi, Krisantus mengingatkan para investor, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta—agar memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat setempat.

Pengusaha diminta menghormati hak-hak warga yang telah bermukim sebelum penetapan tata ruang wilayah.

​"Investor perkebunan maupun pertambangan jangan hanya mencintai buah sawit atau bauksitnya saja, tetapi cintailah juga tanah Kalbar tempat usaha itu tumbuh," Pungkasnya. (AR)

Tinggalkan Komentar

Back Next