BBM Langka Eceran Melonjak, Warga Ketapang Rela Antre Berjam-jam di SPBU

Antrean mengular di SPBU yang berada di Kabupaten Ketapang pada waktu magrib (mediadialog)
Mediadialog.id – Antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ketapang hingga ke beberapa wilayah kecamatan dalam beberapa hari terakhir.

Warga berbondong-bondong mengantre demi mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite yang kian sulit ditemui.

​Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (21/7/2026), antrean kendaraan roda dua maupun roda empat meluber hingga ke badan jalan. Kondisi ini dipicu oleh melonjaknya permintaan BBM di masyarakat yang tidak sebanding dengan terbatasnya pasokan.
Alhasil, hampir seluruh SPBU diserbu warga sejak pagi hari.

​Tidak hanya di SPBU, kelangkaan BBM juga mulai merembet ke tingkat pengecer. Stok Pertalite dilaporkan mulai menghilang dari kios-kios warga. Kalaupun ada, harga yang ditawarkan melonjak sangat tinggi.

​Beberapa warga mengungkapkan, kios eceran saat ini dominan hanya menjual BBM jenis Pertamax dengan harga berkisar antara Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter, itu pun dengan ketersediaan stok yang amat terbatas.

​Salah seorang warga Ketapang, Aris (30), menceritakan pengalamannya yang harus menghabiskan waktu hingga dua jam hanya untuk mengisi BBM Pertalite di SPBU.

​"Saya antre hampir dua jam baru bisa isi. eceran mahal, langka gik " keluh Aris.

​Ia berharap pihak berwenang dan pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata agar pasokan BBM kembali normal dan tidak makin membebani masyarakat.

​"Kami minta pemerintah cepat mengatasi ini. Jangan sampai kondisi seperti ini terus berlanjut karena menyulitkan aktivitas kami," tegasnya.

​Menanggapi kepanikan warga, seorang petugas SPBU di Ketapang yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa panjangnya antrean disebabkan oleh lonjakan pembelian warga yang terjadi secara bersamaan.

​"Permintaan memang meningkat tajam beberapa hari ini, sedangkan pasokan terbatas. Itu yang membuat antrean jadi panjang," jelasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, warga Kabupaten Ketapang masih menunggu langkah konkret dan solusi cepat dari pihak terkait agar penyaluran BBM kembali lancar sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan normal. (AR)

Tinggalkan Komentar

Back Next