MediaDialog.id — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi selama sepekan terakhir memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang.
Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terganggu akibat harus mengantre hingga berjam-jam.
Menanggapi situasi tersebut, organisasi masyarakat (ormas) Laskar Jagadilaga Kabupaten Ketapang mendesak pihak Polres Ketapang untuk turun tangan dan mengusut tuntas dugaan adanya permainan atau penyelewengan dalam rantai distribusi BBM.
Panglima Besar Laskar Jagadilaga Kabupaten Ketapang, Daniel, menegaskan bahwa penegakan hukum yang nyata sangat diperlukan agar kondisi tidak semakin merugikan masyarakat luas.
"Kami mengapresiasi upaya pemerintah daerah dan pihak terkait yang sedang berusaha mengatasi kelangkaan BBM. Namun, aparat penegak hukum juga harus hadir dengan tindakan nyata. Polisi wajib mengusut jika memang ada dugaan permainan dalam distribusi BBM," tegas Daniel, Rabu (22/7/2026).
Daniel menuturkan, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat yang masih mengular meski pasokan dikabarkan telah masuk, menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta kepolisian melakukan pengawasan ketat dari titik penyaluran awal hingga ke SPBU.
Ia menambahkan, jika seluruh proses distribusi memang sudah sesuai prosedur, hal itu perlu dijelaskan secara terbuka. Sebaliknya, jika ada oknum yang nekat melakukan penimbunan atau penyalahgunaan, hukum harus ditegakkan tanpa ragu.
Dampak dari kelangkaan ini kini mulai meluas. Tak hanya antrean panjang di SPBU, sejumlah pengecer BBM eceran di pinggir jalan juga dilaporkan terpaksa gulung tikar sementara karena kehabisan stok.
"Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian distribusi berjalan normal dan tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan distribusi BBM," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang telah berkoordinasi langsung dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk mempercepat pengiriman dan pasokan BBM ke wilayah Ketapang.
Di sisi lain, pihak Polres Ketapang mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi pembelian secara berlebihan (panic buying) yang dapat memperparah kondisi di lapangan. (AR)
Trending