Mediadialog.id — Kepolisian Resor (Polres) Ketapang memastikan akan menindak tegas setiap bentuk dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah hukumnya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, menyikapi fenomena kelangkaan dan antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU belakangan ini.
"Pasti kita proses. Setelah penyelidikan dan pembuktian mencukupi," tegas Kapolres Selasa (22/7/2026).
Di tengah munculnya spekulasi masyarakat terkait dugaan permainan distribusi BBM, Kapolres menyatakan bahwa jajarannya tidak tinggal diam.
Personel kepolisian telah disebar untuk melakukan pengamanan dan pemantauan langsung di setiap SPBU.
Berdasarkan hasil koordinasi antara Polres Ketapang, Hiswana Migas, dan pihak Pertamina, pasokan serta stok BBM untuk Kabupaten Ketapang sebenarnya dalam kondisi mencukupi.
Namun, guna menjamin pemerataan dan mencegah panic buying, pemerintah dan pihak terkait menyepakati adanya skema pembatasan pembelian sementara yakni kendaraan Roda Dua hanya diperbolehkan melakukan pengisian BBM senilai maksimal 50 ribuRupiah. sedangkan kendaraan roda empat, Maksimal pembelian 200 ribu Rupiah.
"Kebijakan tersebut telah disosialisasikan ke seluruh operator SPBU agar distribusi bisa merata," tambahnya.
Selain pembatasan kuota, Polres Ketapang bersama Hiswana Migas dan pengelola SPBU menyepakati larangan keras terhadap pengisian BBM menggunakan tangki siluman/modifikasi maupun jeriken tambahan yang tidak sesuai peruntukannya.
Meski demikian, di lapangan masih ditemukan beberapa pengendara yang nekat mencoba menggunakan tangki tambahan. Menanggapi hal itu, Kapolres meminta operator SPBU tegas menolak dan segera melapor kepada petugas pengaman.
"Kami mengarahkan anggota untuk menindaklanjuti apabila ditemukan penimbunan ataupun pengisian menggunakan tangki atau jeriken tambahan. Bila menemukan hal seperti itu, segera laporkan kepada anggota pengamanan di SPBU untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," tegas Kapolres.
Mengakhiri keterangannya, AKBP Muhammad Harris mengimbau warga Ketapang agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu liar. Ia mengajak masyarakat untuk ikut serta mengawasi proses distribusi dan melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran.
"Yang terpenting kita bantu imbau ke masyarakat bahwa ketersediaan BBM masih mencukupi, namun memang dibatasi penggunaannya. Sehingga masyarakat tidak panik dalam membeli BBM," pungkasnya (AR)
Trending