MediaDialog.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang sedang di perairan selatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Peringatan tersebut tertuang dalam informasi tinggi gelombang yang berlaku mulai 24 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 27 Juni 2026 pukul 07.00 WIB.
Forecaster Stasiun Meteorologi Rahadi Oesman Ketapang, Rezky Fajar Maulana, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi kecepatan angin yang cukup kuat di wilayah Laut Jawa bagian selatan Kalimantan.
"Kecepatan angin di Laut Jawa selatan Kalimantan yang kencang dengan kecepatan antara 15 hingga 25 knot menyebabkan tinggi gelombang di wilayah Laut Jawa selatan Kalimantan mencapai 1,5 hingga 2 meter," kata Rezky, Rabu (24/6).
Meski demikian, ia menegaskan tinggi gelombang hingga 1,5 meter tidak terjadi di seluruh wilayah perairan Ketapang. Menurutnya, kondisi tersebut hanya diprakirakan terjadi di wilayah perairan selatan Kendawangan.
"Untuk tinggi gelombang di wilayah Ketapang yang diprakirakan mencapai ketinggian 1,5 meter berada di selatan Kendawangan, tidak di perairan Ketapang secara keseluruhan. Selain selatan Kendawangan, tinggi gelombang di perairan Ketapang antara 0,5 hingga 1 meter," jelasnya.
Rezky menambahkan, perahu nelayan memiliki risiko lebih tinggi apabila tetap melakukan pelayaran ke wilayah yang masuk kategori gelombang sedang atau ditandai dengan warna kuning pada peta prakiraan BMKG.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut skala kecil untuk lebih berhati-hati sebelum berlayar.
"Dalam beberapa hari ke depan wilayah perairan Ketapang khususnya di selatan Kendawangan diprakirakan tinggi gelombangnya berada pada kategori sedang, yakni 1,25 hingga 2,5 meter. Imbauan kami untuk kapal nelayan atau yang berada di bawahnya dalam segi ukuran untuk menghindari pelayaran di tempat tersebut atau area berwarna kuning karena berisiko," ungkapnya. (AR)
Trending