Imbas MBG Libur, Harga Ayam Potong di Pasar Sore Ketapang Turun

Suasana Pasar Sore Ketapang (Mediadialog)
Mediadialog.id – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Sore Ketapang, Jalan Gatot Subroto, Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, terpantau beragam pada Minggu (21/6/2026).

​Komoditas daging ayam potong dan telur ayam cenderung mengalami penurunan harga dalam sepekan terakhir. Sebaliknya, harga seluruh jenis beras justru merangkak naik.

​Wawan, salah seorang pedagang ayam di Pasar Sore Ketapang, mengungkapkan bahwa harga ayam potong saat ini sebenarnya masih berada di kisaran normal, meski sempat mengalami penurunan seminggu lalu.

​"Untuk harga ayam sekarang kalau yang bersih udah dipotong-potong itu Rp45 ribu, kalau yang belum dipotong-potong Rp40 ribu," ujar Wawan.

​Harga ini terhitung naik sedikit dibanding pekan lalu yang sempat menyentuh Rp35 ribu (belum dipotong) dan Rp40 ribu (sudah dipotong) karena melimpahnya pasokan. Namun, Wawan memprediksi harga ayam akan kembali turun dalam waktu dekat.

​Salah satu pemicu utamanya adalah liburnya operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena memasuki masa libur sekolah. Menurutnya, program MBG sangat memengaruhi mendongkraknya permintaan pasar selama ini.

​Kondisi serupa terjadi pada komoditas telur ayam. Sri, pedagang sembako di pasar setempat, menyebutkan bahwa harga telur ayam mengalami penurunan sekitar Rp200 sejak sepekan lalu, meski ia tidak tahu pasti penyebabnya.

​Saat ini, harga telur ayam ras dijual bervariasi tergantung ukuran (kelas) yang disuplai oleh agen lokal:
​Kelas A: Rp2.500 per butir
​Kelas B: Rp2.200 per butir
​Kelas C: Rp1.800 per butir

​Di tengah penurunan harga ayam dan telur, kabar kurang sedap datang dari komoditas beras. Sri mengungkapkan, hampir seluruh jenis beras—baik premium maupun lokal—kompak mengalami kenaikan harga sebesar Rp1.000 per kilogram.

​Uniknya, Sri menilai kenaikan harga beras ini dipicu oleh faktor pendukung distribusi, salah satunya adalah lonjaknya harga plastik kemasan yang menjadi beban baru bagi pedagang.

​"Awal banget yang naik itu plastik, harga plastik naik dua kali lipat. Dari plastik baru semua barang naik semua, semuanya ikutan naik," pungkas Sri. (AR)

Tinggalkan Komentar

Back Next