MediaDialog.id – Kecamatan Delta Pawan kembali keluar sebagai Juara Umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2026.
Acara keagamaan yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 Juni 2026 ini resmi ditutup oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, di kampus STAI Al-Haud, Kecamatan Muara Pawan, pada Selasa malam (16/06).
Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Wakil Ketua Komisi III DPRD Ketapang, Roin Sardi, yang hadir mewakili Pimpinan DPRD Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutan tertulis Bupati Ketapang yang dibacakan oleh Wakil Bupati Jamhuri Amir, disampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, MTQ adalah sarana untuk meningkatkan kecintaan umat terhadap Al-Qur'an, memperdalam pemahaman isinya, serta menumbuhkan komitmen pengamalan nilai-nilai suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
"Pembangunan daerah tidak hanya memerlukan kecerdasan dan kemampuan, tetapi juga memerlukan landasan moral dan spiritual yang kuat. Nilai-nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, kerja keras, dan sosial yang diajarkan dalam Al-Qur'an harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Wakil Bupati Jamhuri.
Ia juga menambahkan bahwa melalui momen MTQ ini, hubungan silaturahmi dan persaudaraan antar-kafilah, antar-kecamatan, dan seluruh elemen masyarakat dapat terjalin dengan erat. Kebersamaan ini dinilai sebagai modal besar dalam membangun Kabupaten Ketapang yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, Wakil Bupati berpesan agar kemenangan ini dijadikan motivasi untuk terus belajar dan berlatih. Diharapkan, para juara dapat terus meningkatkan kemampuan mereka demi mengharumkan nama Kabupaten Ketapang di ajang yang lebih tinggi kelak.
Namun, di samping apresiasi, Wakil Bupati Ketapang juga memberikan catatan kritis dan instruksi tegas kepada Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Ketapang.
Beliau meminta adanya evaluasi total terkait pelaksanaan teknis, mulai dari tata administrasi hingga pelayanan kepada kafilah yang sempat memicu komplain.
"Ini pelajaran bagi kita untuk di kemudian hari, jangan sampai terulang lagi. Tanggung jawab sepenuhnya tetap di Ketua LPTQ Kabupaten. Ke depan kita evaluasi, apa yang kurang kita perbaiki, yang sudah baik kita tambah lagi supaya kemeriahan dalam MTQ tersebut makin tampak," tegas Wakil Bupati. (AR)
Trending