| Bupati Ketapang,Alexander Wilyo bersama Kapolres Ketapang,AKBP Muhammad Harris dan 7 ketua Federasi Buruh foto bersama (Mediadialog/ist) |
MediaDialog.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Ketapang tahun 2026 menjadi momentum penting bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi mereka. Tak sekadar seremonial, ribuan buruh dari 7 federasi yang tergabung dalam aliansi memadati halaman Kantor Bupati Ketapang untuk menuntut prioritas bagi tenaga kerja lokal, Jumat (1/05).
Acara yang berlangsung tertib ini diisi dengan kegiatan sosial,olahraga, dan orasi politik yang menyoroti isu-isu krusial ketenagakerjaan di Ketapang.
Masing-masing ketua federasi secara bergantian menyampaikan orasi damai. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah dukungan penuh terhadap kebijakan Bupati Ketapang yang mendorong perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut untuk memprioritaskan dan mempromosikan tenaga kerja lokal.
Ketua Panitia, Sahbandi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata persatuan buruh di Ketapang.
"Kami berterima kasih kepada seluruh buruh yang telah bersatu. Terima kasih juga kepada Bupati Ketapang, Disnakertrans, serta perusahaan yang berkolaborasi sehingga semangat gotong royong ini bisa terwujud," ujar Sahbandi.
Selain orasi, kegiatan ini juga diisi dengan senam sehat dan pembagian doorprize. Aliansi buruh juga menggelar bakti sosial berupa pembagian 1.823 paket sembako kepada 10 yayasan, panti asuhan, dan masyarakat yang membutuhkan.
Paket bantuan ini merupakan hasil kolektif dari berbagai perusahaan di Kabupaten Ketapang sebagai bentuk sinergi antara dunia usaha dan pekerja.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, turut hadir di tengah massa, memberikan apresiasinya atas kondusivitas acara. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional 2026. Terima kasih atas dedikasi para pekerja dalam membangun daerah. Mari kita perkuat sinergi demi mewujudkan Ketapang yang maju dan sejahtera," tutur bupati.
Melalui momentum May Day 2026 ini, diharapkan hubungan antara pekerja dan pemilik modal di Ketapang semakin solid, sekaligus menjadi pengingat bagi perusahaan untuk tetap memperhatikan kesejahteraan dan penyerapan tenaga kerja putra daerah.(AR)
Trending