Mediadialog.id — Selama lebih dari 67 hari tanpa hujan membuat warga, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengalami krisis air bersih.
Menanggapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Tirta Pawan bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa dan kelurahan atas instruksi langsung dari Bupati Ketapang, Alexander Wilyo.
"Setelah mendapat instruksi dari Pak Bupati, Penyaluran air bersih sudah kita mulai sejak Senin dan berlanjut hingga hari ini," ujar Plt. Direktur Perumda Air Minum Tirta Pawan, Ibrahim, Selasa (8/9/2026).
Langkah tanggap darurat ini dirumuskan melalui rapat koordinasi pemerintah daerah pada Jumat (4/9/2026). Dalam rapat tersebut, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk saling bahu-membahu bersama Perumda Tirta Pawan dalam mengatasi kesulitan air yang dialami masyarakat.
Penyaluran air bersih saat ini baru menyasar wilayah dekat Kota, seperti di Kecamatan Delta Pawan, Muara Pawan, Matan Hilir Selatan, dan Matan Hilir Utara.
Seperti penyaluran yang dilakukan pada Senin (7/9/2026), armada menyalurkan air ke Desa Sukabaru dan Desa Negeri Baru. Disusul Kelurahan Kauman, Desa Baru, dan Desa Kalinilam pada hari berikutnya.
Dalam pelaksanaannya, Perumda Tirta Pawan menerapkan pola kerja sama lintas sektor dengan OPD. Perumda menyiapkan armada mobil tangki beserta sopirnya, sementara anggaran pembelian air dan Bahan Bakar Minyak (BBM) ditanggung oleh OPD pendamping.
Sumber air tawar dibeli dari waduk milik warga setempat yang berlokasi di Mulia Karta dan Sungai Awan dengan tarif Rp 25 ribu per meter kubik. Dengan kapasitas tangki armada sebesar empat meter kubik, biaya satu kali pengisian mencapai sekitar Rp 100 ribu.
Meski demikian, Ibrahim mengakui pihak distribusi masih menghadapi kendala teknis di lapangan akibat terbatasnya jumlah armada penyalur.
"Kami hanya memiliki satu unit mobil tangki. Keterbatasan armada ini menjadi tantangan utama yang memicu keterlambatan pelayanan. Namun, armada yang ada terus kami maksimalkan hingga malam hari agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," tutupnya. (AR)
Trending