| Tim penyuluhan Mabes TNI gelar sosialisasi bersama masyarakat kecamatan Sandai, Ketapang (mediadialog/ist) |
Mediadialog.id — Tim Penyuluhan Mabes TNI bergerak memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat.
Melalui arahan langsung Panglima TNI yang mengacu pada petunjuk Presiden RI Prabowo Subianto, Tim Penyuluhan Mabes TNI diterjunkan langsung ke Kabupaten Ketapang pada Minggu (30/8).
Tim yang dipimpin oleh Brigjen TNI Anak Agung Ngurah Romy Satryadi menggelar sosialisasi dan edukasi di Desa Pendamar Indah, Kecamatan Sandai, yang masuk dalam wilayah Koramil 1203-10/Sandai.
Brigjen TNI Romy menegaskan bahwa kehadiran timnya merupakan bentuk pelaksanaan tugas dalam menekan potensi titik api melalui pendekatan preventif dan kolaboratif bersama masyarakat.
"Kami melaksanakan perintah Panglima TNI atas petunjuk Bapak Presiden untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat. Kami berharap masyarakat menjalankan arahan pemerintah agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi," tegasnya.
Dalam agenda tersebut, Tim Mabes TNI tidak hanya memberikan imbauan verbal, tetapi juga menggelar dialog interaktif bersama unsur Muspika Kecamatan Sandai, pemerintah desa, tokoh adat, perwakilan perusahaan, serta kelompok tani setempat.
Rombongan juga mendatangi langsung lokasi ladang kearifan lokal masyarakat dan meninjau sejumlah titik rawan di sekitar Desa Pendamar Indah untuk memetakan potensi risiko karhutla secara rinci.
Kepala Desa Pendamar Indah, Pius Dias, menyampaikan bahwa edukasi tatap muka ini memberikan dorongan moral dan pemahaman yang lebih baik bagi warga.
"Masyarakat menyambut baik sosialisasi ini untuk menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran lahan," ujar Pius.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan sektor swasta di Ketapang ini diharapkan mampu menguatkan sistem deteksi dini serta kewaspadaan bersama dalam menjaga kelestarian hutan di Kalimantan Barat. (AR)
Trending