| Ketua Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang, Agustiandi didampingi Sekertaris KAWAN, Supriadi saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak Kekeringan di Desa Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan Ketapang (1st) |
Demi memenuhi kebutuhan harian, tidak sedikit warga yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air.
Menanggapi kondisi tersebut, Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan pada Minggu (30/8).
Sebanyak 200 galon air minum dan 8.000 liter air bersih dibagikan langsung dari rumah ke rumah warga Desa Sungai Pelang. Pengadaan bantuan ini bersumber dari dana swadaya yang dikumpulkan melalui urunan anggota KAWAN Ketapang.
Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, menyampaikan bahwa aksi sosial ini didasari atas rasa kepedulian terhadap beban masyarakat setempat.
“Sebagai wartawan kami sering memberitakan persoalan masyarakat. Ketika melihat warga mulai kesulitan mendapatkan air, kami berpikir apa yang bisa kami lakukan,” ujar Agustiandi.
Ia menuturkan, musim kemarau tidak hanya memicu ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tetapi juga secara langsung mengancam kebutuhan dasar masyarakat.
“Karhutla menjadi persoalan yang terlihat setiap hari. Akibat kemarau panjang, kini warga semakin sulit mendapatkan air untuk minum dan kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Agustiandi menyadari bantuan yang disalurkan belum dapat mencakup seluruh kebutuhan warga. Namun, ia berharap aksi solidaritas dari pers lokal ini dapat merangsang empati dan menggerakkan aksi kepedulian yang lebih luas dari berbagai pihak lain.
“Kalau kepedulian ini dilakukan bersama-sama, manfaatnya tentu akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya seraya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran distribusi air.
Bantuan ini disambut antusias oleh warga setempat. Wiwin Purwati, warga Pelang, mengungkapkan bahwa pengeluaran keluarganya membengkak selama kemarau karena harus membeli setidaknya dua galon air minum setiap hari.
Senada dengan Wiwin, Asari menyebutkan konsumsi air minum anggota keluarganya meningkat drastis akibat suhu udara yang sangat panas.
“Kami memang sedang kekurangan air minum. Selama ini beli air dan diantar ke sini. Kami ucapkan terima kasih kepada KAWAN Ketapang,” tutur Asari.
Harapan senada diutarakan Sugiarti, salah satu warga yang juga menggantungkan pasokan air dari pembelian galon selama dua bulan terakhir.
Ia mengapresiasi bantuan yang diberikan KAWAN Ketapang dan berharap cuaca ekstrem ini segera berakhir.
“Terima kasih kepada KAWAN Ketapang. Air ini sangat membantu kami. Mudah-mudahan nanti hujan turun dan keadaan kembali normal,” Tutupnya. (AR)
Trending