Dampak Kekeringan Picu Minim Air Bersih, Warga Pulau Maya Terpaksa Gunakan Air Parit Berlumpur

Warga Pulau Maya mengambil air parit berlumpur untuk digunakan (Mediadialog/ist)

Mediadialog.id – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, memicu kekeringan ekstrem. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Pulau Maya Karimata, di mana lima desa kini berada dalam status darurat air bersih akibat sumur-sumur warga yang kering.

​Di Desa Kamboja dan Desa Dusun Kecil, warga terpaksa menggunakan air parit yang bercampur lumpur serta jerebu asap bekas kebakaran lahan untuk mandi dan memenuhi kebutuhan harian.

Pasokan air hujan yang selama ini menjadi andalan untuk konsumsi minum pun telah habis total.

​Ujang, warga Desa Kamboja, mengeluhkan kondisi krisis yang kian memprihatinkan ini. Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) segera turun tangan menyalurkan bantuan dan membangun fasilitas yang memadai.

​"Kami sangat perlu sekali air bersih. Keadaan saat ini sumur sudah kering, air hujan juga sudah habis. Terpaksa air parit campur lumpur dan debu asap dipakai sehari-hari," ujar Ujang, Selasa (18/8).

​Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara, Alias Syahroni, membenarkan bahwa kekeringan melanda hampir seluruh wilayah Kayong Utara. Namun, faktor geografis menjadikan wilayah Pulau Maya sebagai daerah terdampak paling parah.

​"Pendistribusian air bersih sangat urgen buat masyarakat Pulau Maya saat ini. Pemda harus merespons cepat dan saya juga berharap pihak swasta ikut ambil bagian," tegas Alias.

Wilayah terdampak kekeringan dan krisis air bersih di kecamatan Pulau Maya Karimata berdasarkan laporan yakni desa Dusun Besar, desa Dusun Kecil, desa Kamboje, desa Satai Lestari sampai desa Tanjung Satai. (AR)

Tinggalkan Komentar

Back Next