Peringati HUT ke-81 RI, Bupati Ketapang Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan Lewat Kerja Nyata

Foto bersama Bupati Ketapang pada upacara peringatan HUT RI ke-81 di kantor bupati Ketapang (Mediadialog/ist)
Mediadialog.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ketapang berlangsung khidmat di halaman kantor Bupati Ketapang, Senin (17/8) pagi.

Rangkaian acara tidak hanya diisi dengan upacara pengibaran Sang Merah Putih, tetapi juga penyerahan remisi, pemberian penghargaan desa berprestasi, serta doa bersama lintas agama.

​Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan bahwa momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata, pembangunan, pelayanan publik, serta gotong royong.

​“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja keras, kebersamaan, integritas, dan pengabdian untuk membangun Kabupaten Ketapang,” ujar Bupati Alex.

​Upacara pengibaran bendera berjalan lancar dengan melibatkan Paskibraka serta unsur TNI dan Polri. Dalam jalannya upacara, Bupati Ketapang memimpin pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945 dilakukan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, sedangkan teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Ketapang.

Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia sebagai pijakan memperkuat kebersamaan, menjaga toleransi, dan mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

​"Dengan HUT RI ke-81 ini, saya berharap bisa menjadi suatu momentum untuk selalu menjaga kebersamaan dan mempertahankan kemerdekaan, tetap saling menjaga toleransi dalam berkehidupan," ujar Sholeh saat dikonfirmasi, Senin (17/8/2026).

​Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang bersama para pemuka agama. Doa dipanjatkan secara khusus agar Kabupaten Ketapang segera diguyur hujan setelah mengalami kemarau panjang, kekeringan, serta ancaman karhutla.(AR)

Tinggalkan Komentar

Back Next