| Dua pelaku inisial K dan T di amankan petugas (Mediadialog/ist) |
Mediadialog.id – Dua warga Air Upas berinisial K dan T diamankan petugas setelah diduga kuat terlibat aksi pengedaran narkoba jenis sabu di RT 02, Dusun Kalibambang, Desa Air Upas, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Sabtu (15/8) sekitar pukul 14.00 WIB.
Operasi penangkapan berawal dari aduan masyarakat yang resah terhadap aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tiga plastik klip berisi kristal putih diduga sabu, satu unit timbangan digital, uang tunai, serta 10 unit ponsel yang diduga barang gadaian dari para pembeli.
Kapolsek Marau, IPDA Septo Suria, membenarkan pengkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa salah satu terduga pelaku yang berinisial T masih tergolong anak di bawah umur.
"Saat penangkapan, yang bersangkutan berinisial K dan T berhasil kami amankan beserta paket diduga sabu, alat timbang, uang tunai, dan HP gadaian. Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan intensif dan gelar perkara," ujar IPDA Septo.
Ia menegaskan, jajarannya tidak akan tebang pilih dalam memutus rantai peredaran barang haram tersebut demi menyelamatkan generasi muda.
"Intinya Polsek Marau berkomitmen tidak akan pandang bulu. Kita minimalisir semaksimal mungkin peredaran ini. Untuk inisial T yang merupakan anak di bawah umur dan berada di lokasi, sekaligus kita jadikan saksi. Penanganan selanjutnya akan kita pergeser dan serahkan ke Satresnarkoba Polres Ketapang," tambahnya.
Langkah cepat kepolisian ini mendapat apresiasi tokoh masyarakat setempat. Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Maria Ratu Pecinta Damai (MRPD) Air Upas, Beni Alpri, menyampaikan rasa terima kasihnya atas ketegasan Polsek Marau.
"Kami sebagai masyarakat berterima kasih atas kerja nyata dan kerja keras Polsek Marau-Air Upas. Sejak tahun lalu hingga hari ini, aksi penindakan terus konsisten dilakukan. Semoga kerja keras ini terus berlanjut hingga Air Upas benar-benar bersih dari narkoba," pungkas Beni. (Firminus A. Goda)
Trending