Mediadialog.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membendung sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Wilayah Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, menjadi salah satu titik fokus utama yang saat ini tengah mendapat penanganan intensif dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin (17/8/2026), terdeteksi sebanyak 1.182 titik panas (hotspot) di Kabupaten Ketapang dalam kurun waktu 24 jam (00.00–23.00 WIB).
Angka ini menempatkan Ketapang sebagai daerah dengan jumlah titik panas tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat.
Data dari sensor VIIRS dan MODIS pada satelit pemantau menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi 115 titik,tingkat kepercayaan menengah 1.011 titik, dan tingkat kepercayaan rendah 56 titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar, menyatakan saat ini pihaknya masih berjibaku memadamkan api di area pelang.
Ia menambahkan, Kecamatan Matan Hilir Selatan merupakan area dengan konsentrasi hotspot tertinggi diketapang. Desa Pelang tengah menjadi atensi karena kebakarannya meluas. dua regu diterjunkan untuk memadamkan api.
"Kondisi karhutla di wilayah Pelang masih terjadi, saat ini dua regu sudah diterjunkan ke lokasi," kata Yunifar.
BPBD Kabupaten Ketapang juga terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan yang berpotensi memicu timbulnya karhutla. (AR)
Trending