Kasus ISPA dan Diare di Ketapang Melonjak Akibat Kemarau dan Kabut Asap

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, dr. Feria Kowira (Mediadialog/ist)
Mediadialog.id — Dampak kemarau panjang yang memicu karhutla dan keterbatasan air bersih mulai mengancam kesehatan warga Kabupaten Ketapang. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ketapang mencatat adanya tren peningkatan signifikan pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare dalam beberapa pekan terakhir.

​Berdasarkan data dari 24 puskesmas dan rumah sakit se-Kabupaten Ketapang tercatat sebanyak 587 kasus ISPA pada minggu ke-29 tahun 2026, naik menjadi 597 kasus pada minggu ke-30, dan melonjak tajam hingga 673 kasus pada minggu ke-31. selain ISPA, Kasus Diare juga mengalami tren serupa dari 136 kasus (minggu ke-29), naik menjadi 141 kasus (minggu ke-30), dan mencapai 164 kasus pada minggu ke-31.

​Dinkes memperkirakan angka ini masih berpotensi naik mengingat data minggu ke-32 masih dalam proses pengolahan.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, menegaskan bahwa fenomena ini menjadi perhatian serius pihaknya.

Kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap karhutla serta menurunnya kualitas air bersih menjadi pemicu utama melonjaknya kedua penyakit tersebut.

​"Kasus ISPA memang mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Kami terus melakukan pemantauan melalui seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan mendapatkan penanganan," ujar Feria, Kamis (20/8).

​Guna mengantisipasi lonjakan pasien, Dinkes Ketapang telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan layanan. 

Langkah antisipasi yang disiapkan antara lain memastikan ketersediaan stok obat-obatan di 24 puskesmas. menyediakan pasokan oksigen medis bagi penderita ISPA yang membutuhkan terapi pernapasan.

​Pihak Dinkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), mengurangi aktivitas di luar rumah saat kabut asap pekat, serta memastikan air minum dimasak hingga matang sempurna. Warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan atau pencernaan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. (AR)

Tinggalkan Komentar

Back Next