Mediadialog.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah Jalan Poros Pelang–Tumbang Titi, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, hingga Rabu (26/8/2026).
Peristiwa ini memicu kemunculan asap tebal yang mengganggu jarak pandang dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan dari kedua arah.
Guna mencegah kecelakaan lalu lintas, petugas gabungan di lapangan sempat memberlakukan sistem buka-tutup dan penghentian arus kendaraan untuk sementara waktu saat titik api dan kepulan asap berada dekat dengan badan jalan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar, mengonfirmasi bahwa penutupan jalur tersebut murni dilakukan demi keselamatan warga agar tragedi kecelakaan akibat memaksakan diri menerobos asap tidak terulang kembali.
"Untuk beberapa saat iya, cuma memang untuk saat ini semuanya sudah kembali normal. Kita tidak ingin ada korban kembali seperti kemarin, yang nekat mencoba menerobos," ujar Yunifar, Rabu (26/8/2026).
Ia menjelaskan, kendaraan baru diizinkan melintas setelah kobaran api di area sekitar jalur berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan kondusif. Durasi penghentian lalu lintas pun relatif singkat.
"Setelah api bisa kita kendalikan, baru masyarakat yang hendak melintas kami persilakan. Pemberhentian ini juga tidak lama, paling lama sekitar satu jam saja," Pungkasnya (AR)
Trending