Mediadialog.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda di sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Salah satu fokus utama penanganan saat ini berada di wilayah Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 1.182 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kabupaten Ketapang pada Senin (17/8) mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Angka ini menempatkan Ketapang sebagai daerah dengan jumlah titik panas tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat.
Menanggapi tingginya lonjakan titik panas tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang bergerak cepat melakukan pemadaman di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan dua tim ke lokasi kebakaran di wilayah Pelang.
"Kondisi karhutla di wilayah Pelang masih terjadi, saat ini dua regu sudah diterjunkan ke lokasi," ujar Yunifar.
Kendati demikian, BPBD tidak mengerahkan seluruh personelnya ke satu titik guna mengantisipasi potensi keadaan darurat di wilayah lain.
"Tidak semua tim diturunkan, ada satu regu standby di kota dan satu regu di-off-kan," tambahnya.
Selain upaya pemadaman darat, penanganan karhutla di Ketapang juga akan diperkuat melalui jalur udara. BPBD Ketapang dijadwalkan menerima dukungan armada helikopter yang dikirim langsung dari Pontianak.
"Untuk helikopter insyaallah sore ini tiba di Ketapang dari Pontianak untuk standby di sini," pungkas Yunifar.
Dengan pengerahan tim darat secara masif serta dukungan helikopter pemadam, diharapkan kebakaran lahan di Kabupaten Ketapang dapat segera terkendali dan tidak meluas ke pemukiman maupun wilayah lainnya.(AR)
Trending