MediaDialog.id – Operasional Bandara Rahadi Oesman Ketapang dipastikan tetap berjalan normal di tengah pemadaman listrik bergilir yang melanda wilayah Kabupaten Ketapang.
Diketahui, pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Ketapang sudah berlangsung sejak Kamis, 2 Juli 2026. Durasi pemadaman yang semula berkisar lima jam per hari kini kian meluas dan bertambah lama menjadi sekitar tujuh hingga delapan jam.
Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Donny Suryana Harris, menegaskan bahwa pihak bandara telah mengantisipasi kondisi ini. Fasilitas bandara sudah dilengkapi dengan sumber listrik cadangan (backup power) berupa generator set (genset) berkapasitas 250 kVA.
"Alhamdulillah operasional bandara udara tidak terkendala oleh pemadaman listrik bergilir yang saat ini terjadi di Ketapang. Hal ini karena Bandara Rahadi Oesman telah memiliki back up power berupa genset dengan daya 250 kVA," ujar Donny.
Meski operasional dan pelayanan kepada penumpang dipastikan aman, Donny mengungkapkan bahwa situasi ini membawa konsekuensi tersendiri bagi pihak bandara.
Durasi pemadaman listrik yang lebih panjang dari biasanya memaksa genset bekerja ekstra, sehingga konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mengalami lonjakan.
"Hanya saja konsumsi bahan bakar untuk genset mengalami kenaikan volume karena durasi operasional genset yang lebih lama dari biasanya," jelasnya.
Hingga saat ini, jadwal penerbangan di Bandara Rahadi Oesman terpantau masih berjalan sesuai jadwal dan belum ada perubahan atau pembatalan akibat krisis listrik tersebut.
"Untuk jadwal penerbangan saat ini masih normal," tutup Donny. (AR)
Trending