Laskar Jagadilaga Ancam Duduki PLN, PLTU dan PLTD Ketapang Jika Listrik Tak Normal 11 Juli

Jajaran Laskar Jagadilaga usai konsolidasi di Ketapang, menegaskan sikap siap mengawal persoalan listrik dan kepentingan masyarakat. (MediaDialog/Pri)


MediaDialog.id - Laskar Jagadilaga melontarkan ultimatum keras kepada pihak PT PLN Kalbar terkait krisis pasokan listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Kalbar khusunya di Kabupaten Ketapang.

Laskar Jagadilaga mengancam akan menduduki Kantor PLN, PLTU, dan PLTD Ketapang apabila janji pemulihan pasokan listrik pada Sabtu, 11 Juli 2026, tidak terealisasi.

Panglima Besar Laskar Jagadilaga, Daniel, menegaskan pihaknya telah menyiapkan ratusan anggota untuk turun langsung ke lapangan jika pada tanggal yang dijanjikan masih terjadi pemadaman listrik di Ketapang. Menurut dia, aksi tersebut merupakan bentuk protes atas buruknya pelayanan PLN yang dinilai telah merugikan masyarakat.

“Kami ingatkan PLN, khususnya manajemen PLN Kalbar, jangan ingkar terhadap janji yang sudah disampaikan bahwa pasokan listrik akan kembali normal pada 11 Juli 2026. Kalau pada hari itu masyarakat Ketapang masih mengalami pemadaman, kami akan turunkan ratusan laskar untuk menduduki kantor PLN, PLTU, dan PLTD Ketapang,” tegas Daniel, Kamis (9/7/2026).

Daniel menilai listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang semestinya dijamin negara melalui pelayanan PLN. Karena itu, ia menyebut pemadaman berulang yang terjadi belakangan ini tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan teknis biasa.

“Ini bukan sekadar gangguan biasa. Listrik adalah hak dasar masyarakat. Ketika PLN gagal menjamin pelayanan itu, maka wajar jika publik marah dan menuntut pertanggungjawaban. Ketapang tidak boleh terus-menerus dijadikan korban dari buruknya pengelolaan pasokan listrik,” ujarnya.

Selain menyoroti pemadaman listrik, Daniel juga menyinggung dugaan kasus korupsi batu bara yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab blackout dalam sistem kelistrikan PLN. Ia meminta persoalan tersebut diusut tuntas dan mengingatkan agar tidak ada pihak yang bermain-main dalam pengelolaan energi yang menyangkut hajat hidup masyarakat.

“Kami juga menyoroti dugaan korupsi batu bara yang disebut-sebut ikut menjadi penyebab blackout. Jangan coba-coba bermain dengan urusan ini. Kami punya tim khusus yang terus memantau setiap penggunaan uang negara dan kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat, termasuk yang terjadi di Ketapang,” katanya.

Daniel menegaskan, ultimatum yang disampaikan bukan sekadar peringatan kosong. Menurutnya, Laskar Jagadilaga sudah menyiapkan langkah aksi apabila sampai Sabtu nanti PLN gagal menepati komitmen pemulihan listrik.

Ia menyebut aksi unjuk rasa akan dipusatkan di Kantor PLN UP3 Ketapang, serta menyasar PLTU dan PLTD di Ketapang sebagai bentuk tekanan langsung kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab atas krisis listrik tersebut.

“Kalau sampai 11 Juli listrik belum normal, kami pastikan ratusan laskar akan turun. Kami akan datang ke kantor PLN, PLTU, dan PLTD Ketapang untuk menyampaikan protes keras serta meminta pertanggungjawaban. Masyarakat sudah terlalu lama dirugikan oleh kondisi ini,” tegas Daniel lagi.

Laskar Jagadilaga, lanjut dia, tidak ingin masyarakat terus dibebani dengan pemadaman yang berulang tanpa kepastian penyelesaian. Karena itu, pihaknya meminta PLN benar-benar membuktikan komitmen untuk memulihkan sistem kelistrikan di Ketapang sesuai waktu yang telah dijanjikan.

Sebelumnya, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalbar Maria Goretti Indrawati Gunawan berjanji listrik di Kalbar akan kembali normal pada tanggal 11 Juli 2026. Janji itu disampaikannya saat silaturahmi dengan para tokoh adat yang tergabung dalam organisasi lintas etnis budaya, Selasa (7/7/2026).

Selain itu, Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas permasalahan listrik yang mengakibatkan padam bergilir di sejumlah daerah di Kalbar.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas kondisi yang terjadi ini. Dan kami mohon dukungan dari masyarakat Kalbar agar bisa memperbaiki kondisi ini. Dan kelistrikan di Kalbar bisa pulih kembali,” ucap Maria Goretti Indrawati Gunawan.

Pihak PLN Kalbar juga telah mengungkapkan kalau pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kalbar diakobatkan oleh kebocoran boiler di PLTU Tanjung Gundul Bengkayang dan bukan karena ketersediaan energi primer maupun pasokan baru bara. 


“Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal. Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas,” jelas Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih dalam keterangan resminya pada sabtu 4 Juli 2026 lalu. (Pri)








Tinggalkan Komentar

Lebih baru Next