MediaDialog.id — Harga tiket pesawat untuk rute Ketapang–Pontianak hingga pertengahan Juni 2026 terpantau masih tinggi di kisaran Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta per penumpang.
Berdasarkan pemantauan pihak Bandar Udara (Bandara) Rahadi Oesman Ketapang, belum ada penyesuaian tarif meskipun jumlah pergerakan penumpang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren penurunan.
Sebagai informasi, Bandara Rahadi Oesman yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Desa Kali Nilam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat ini merupakan pintu gerbang transportasi udara utama di wilayah tersebut. Hingga saat ini, bandara tersebut melayani penerbangan rute Ketapang–Pontianak sebanyak enam kali setiap harinya.
Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Donny Suryana Harris, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan internal, harga tiket penerbangan masih stagnan dan tidak mengalami lonjakan maupun penurunan harga.
"Untuk harga tiket berdasarkan pemantauan kami masih sama, tidak ada perubahan," ujar Donny kepada Tribunpontianak, Jumat (12/6).
Donny menjelaskan bahwa saat ini rute Ketapang–Pontianak hanya dioperasikan oleh satu maskapai tunggal, yaitu Wings Air. Meski monopolistik, jadwal penerbangan maskapai tersebut tergolong cukup padat guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.
"Untuk rute Ketapang–Pontianak jadwalnya ada enam kali penerbangan per hari. Tiket rata-rata di harga Rp1,3 juta sampai Rp1,4 juta. Maskapainya hanya ada satu yaitu Wings Air," jelasnya.
Meski harga tiket bertahan di angka yang sama, data operasional bandara mencatat adanya penurunan jumlah penumpang yang cukup signifikan pada bulan Mei 2026 jika dibandingkan dengan bulan April 2026.
Rincian perbandingan data pergerakan penumpang di Bandara Rahadi Oesman Ketapang selama periode April dan Mei, yakni penumpang datang pada bulan April sebanyak 6.454 orang, sedangkan keberangkatan sebanyak 5.561 orang. Pada Mei penumpang datang sebanyak 5.268 orang sedangkan yang bertolak sebanyak 5.234 orang.
Melihat perbandingan angka tersebut, Donny membenarkan bahwa aktivitas pergerakan masyarakat melalui jalur udara di Ketapang memang sedang melandai.
"Trennya memang menurun," kata Donny singkat. Kendati mengalami penurunan jumlah penumpang, pihak bandara memastikan bahwa seluruh operasional penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang hingga saat ini tetap berjalan normal dan aman tanpa ada pengurangan jadwal penerbangan", (AR)
Trending