MediaDialog.id — Sebuah rumah tinggal di Jalan Sunan Gunung Jati, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, hangus dilalap si jago merah pada Kamis (25/6/2026) malam.
Peristiwa ini melahap satu bangunan rumah, gudang barang bekas, serta tiga unit kendaraan bermotor.
Selain kerugian materiil, musibah ini juga mengakibatkan dua orang warga menjadi korban. Satu orang dilaporkan mengalami luka ringan, sementara satu korban lainnya menderita luka berat.
Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga setempat pada pukul 20.02 WIB.
"Setelah mendapat laporan tersebut, personel BPBD Kabupaten Ketapang langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 20.06 WIB. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 20.21 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman," ujar Yunifar.
Proses penjinakan api melibat tim gabungan dari Personel BPBD Ketapang, Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPAS), Badan Pemadam Kebakaran (BPK), Polres Ketapang, dan TNI.
Kobaran api baru berhasil sepenuhnya dipadamkan setelah petugas berjibaku selama hampir tiga jam.
Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi kejadian, dampak kebakaran menghanguskan area yang cukup luas, meliputi 1 unit bangunan rumah utama, 1 unit gudang berisi barang-barang bekas, 1 unit mobil truk (kendaraan roda empat) dan 2 unit sepeda motor.
Di sekitar lokasi, beberapa warga menyebutkan bahwa terdapat penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jeriken dan drum di area yang terbakar.
Hal ini diduga menjadi pemicu cepat membesarnya amukan api. Namun, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi mengenai dugaan tersebut. Hingga saat ini, total nilai kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh BPBD.
Pihak kepolisian masih mengusut penyebab pasti kebakaran. Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kapolsek Benua Kayong IPDA Chepry Perahera menyatakan bahwa petugas sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Untuk saat ini kami masih melakukan penyelidikan di TKP," kata IPDA Chepry.
Terkait kondisi dua korban yang dirawat, IPDA Chepry membenarkan bahwa keduanya masih dalam penanganan medis.
"Iya benar ada dua korban. Saat ini berada di rumah sakit. Namun nanti kami cek lagi apakah hari ini sudah keluar atau belum dari rumah sakit korbannya," pungkasnya. (AR)
Trending