MediaDialog.id – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Tanah Kayong, Jalan KH Mansyur, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terpantau merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir.
Komoditas seperti bawang, gula, minyak goreng, tepung terigu, beras ketan, hingga kacang-kacangan kompak mengalami lonjakan harga.
Namun, para pedagang mengungkapkan bahwa fluktuasi nilai tukar dolar AS bukanlah satu-satunya pemicu. Biaya distribusi yang membengkak akibat mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai menjadi faktor utama penentu harga di pasar saat ini.
Winda, salah satu pedagang di Pasar Tanah Kayong, menjelaskan bahwa kenaikan harga barang sangat dipengaruhi oleh ongkos logistik yang kian mencekik.
"Harga barang naik ini bukan karena dolar saja, tapi karena minyak (BBM) mahal sehingga ongkos kirim ikut naik. Dulu kirim barang dari Pontianak ke Ketapang untuk satu kardus sekitar 10 kilogram biayanya Rp 50 ribu, sekarang sudah Rp 70 ribu," ujar Winda, Senin (8/6).
Winda menambahkan, tren kenaikan harga ini sebenarnya bukan fenomena baru dan sudah dirasakan sejak sebelum Lebaran Idul Fitri tahun ini. Meski begitu, ia memastikan ketersediaan barang di pasaran sejauh ini masih aman dan stabil.
kenaikan harga sejumlah komoditas di lapak Winda diantaranya, Minyak Goreng dari Rp 21.000 menjadi Rp 22.000. Gula Pasir Rp 19.000 menjadi Rp 20.000,bawang merah mengalami kenaikan signifikan dari Rp 30.000 menjadi Rp 50.000 perkilonya. (AR)
Trending