MediaDialog.id – Dalam rangka memperingati Lustrum ke-4, SD Santa Monica Ketapang menggelar serangkaian perlombaan yang meriah.
Salah satu agenda utama yang menyedot perhatian adalah lomba Senam Ceria tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) yang dilaksanakan di Auditorium SD Santa Monica, Jalan Panembahan Airmala, Kecamatan Delta Pawan, Kamis (21/5).
Selain Senam Ceria, kemeriahan acara juga diisi dengan berbagai cabang lomba lain, seperti lomba mewarnai (tingkat TK dan SD), lomba Story Telling dan lomba menyanyi Lagu Mandarin untuk tingkat SD.
Koordinator Bagian Acara, Valentina, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Ia membeberkan bahwa persiapan acara ini sudah dilakukan sejak sebulan yang lalu, dengan pematangan konsep selama tiga minggu terakhir.
"Ada sekitar 300 siswa yang terlibat dalam perlombaan hari ini. Selain itu, kami juga kedatangan 7 sekolah tamu dari Kecamatan Delta Pawan yang ikut berpartisipasi khusus dalam lomba Senam Ceria tingkat TK," ujar Valentina.
Melalui momentum lustrum ini, Valentina berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk mengasah potensi diri.
"Harapan saya tentu SD Santa Monica semakin maju pastinya. Anak-anak juga semakin berkembang, baik dari segi prestasi maupun karakternya," tambahnya.
Salah satu daya tarik utama dalam festival ini adalah lomba menyanyi lagu Mandarin tingkat SD. Persaingan yang sengit di antara para murid membuat tim juri harus sangat objektif dalam menentukan pemenang.
Laoshi Veronica, salah satu juri perlombaan, mengakui bahwa kemampuan para kontestan dari SD Santa Monica sangat kompetitif. Ia menjelaskan ada beberapa kriteria penting yang menjadi acuan penilaian yakni Intonasi,Pelafalan (Pronunciation),Teknis Vokal dan Penguasaan Panggung.
Menurut Laoshi Veronica, ajang seperti ini membawa dampak yang sangat positif untuk melatih kepercayaan diri (confident) dan penguasaan diri anak-anak. Lebih dari itu, seni bernyanyi juga efektif mendukung kemampuan berbahasa Mandarin mereka.
"Supaya anak-anak nanti semakin terlatih, punya pengalaman, dan semakin baik dalam penguasaan bahasa Mandarin," jelasnya.
Manfaat langsung dari acara ini turut dirasakan oleh para peserta. Olive, salah satu siswi yang mengikuti lomba story telling tingkat SD, membagikan pengalamannya saat harus tampil di depan banyak orang.
Meskipun sempat didera rasa cemas, ia mengaku bangga bisa ikut ambil bagian.
"Saya sangat senang, walaupun pas naik panggung sempat gugup dan tidak percaya diri. Tapi lombanya seru". ungkap Olive dengan antusias.
Acara lustrum ini tidak hanya menjadi simbol perayaan seremonial, tetapi sukses menjadi panggung kreativitas yang memacu mentalitas juara dan kebersamaan antar-siswa di Kecamatan Delta Pawan. (AR)
Trending