MediaDialog.id - Fenomena Gerhana Bulan Total diperkirakan akan terjadi di langit malam 13 Ramadhan 1447H, tepatnya pada Selasa (3/3).
Melansir CNN indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenoma blood moon ( bulan Merah ) ini diperkirakan berdurasi waktu dari fase Awal hingga akhir sekitar 5 jam 41 menit 51 detik.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menyampaikan Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama. Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.
"Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi," kata Nelly Senin (2/3).
Selain itu, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik daripada wilayah Indonesia bagian barat. karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat bulan terbit.
"Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB, saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan," ujarnya.
Fenomena astronomi ini dapat diamati dari berbagai wilayah Indonesia selama kondisi cuaca mendukung. Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana berlangsung.
Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 18.33.39 WIB. (AR)
sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260303090923-199-1333679/gerhana-bulan-total-3-maret-2026-berapa-lama-ini-durasinya/amp
Trending