Mediadialog.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) mulai memperketat pengawasan terhadap harga dan stok bahan pokok menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas pasokan serta menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga nasional.
Melansir Antara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Harisson, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor akan menjadi kunci utama dalam mengendalikan inflasi di daerah.
"Kita terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar pasokan bahan pangan tetap tersedia dan harga dapat terkendali," ujar Harisson usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional secara virtual di Pontianak, Senin (16/3).
Harisson menyatakan bahwa Pemprov Kalbar tidak akan ragu mengambil langkah intervensi jika ditemukan kenaikan harga yang signifikan di pasar-pasar tradisional maupun ritel.
"Apabila terjadi lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat, kita akan melakukan operasi pasar, penguatan distribusi, serta pengawasan terhadap ketersediaan barang," tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga pekan kedua Maret 2026, tercatat sebanyak 222 kabupaten/kota di Indonesia mengalami peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH).
Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan IPH diantaranya Telur Ayam Ras menguat menjadi Rp32.585 per kg dari harga acuan Rp30.000, Cabai Rawit di harga Rp72.897 per kg dari Rp57.000, dan minyak goreng, Rp16.386 per liter dari harga eceran tertinggi di Rp15.700.
Pemerintah berharap dengan sinergi antara pusat dan daerah, stabilitas harga dapat terjaga sehingga masyarakat dapat dengan tenang tanpa terbebani biaya hidup yang melonjak tajam. (AR)
Sumber : https://kalbar.antaranews.com/berita/694366/kalbar-perkuat-antisipasi-lonjakan-harga-jelang-lebaran
Trending