Nyepi 2026 di Sedahan Jaya: Potret Indah Toleransi di Tengah Momentum Ramadan dan Idul Fitri

Mediadialog.id – Tahun 2026 menjadi tahun yang istimewa bagi keberagaman di Indonesia. Rentetan perayaan besar seperti Imlek, Nyepi, Ramadan, hingga Idul Fitri jatuh dalam waktu yang berdekatan, menciptakan harmoni yang kental di berbagai penjuru negeri, termasuk di Kabupaten Kayong Utara.

​Di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana—yang dikenal sebagai "Kampung Bali"—umat Hindu bersiap menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026.
​Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Kayong Utara, Komang Surapada, menjelaskan bahwa rangkaian ibadah dimulai beberapa hari sebelum hari diantaranya Prosesi Melasti, yaitu penyucian sarana ibadah dan pembersihan alam semesta secara lahir batin dan Ritual Tawur Kesanga.

​"Kalau kami di sini tidak pernah membuat Ogoh-ogoh, sebagai gantinya kami melaksanakan pawai obor," ujar Komang saat dikonfirmasi pada Minggu (15/3).

​Hal yang paling menarik dari perayaan tahun ini adalah kedekatannya dengan momentum bulan suci Ramadan dan persiapan Idul Fitri. Komang menegaskan bahwa perbedaan jadwal ibadah bukanlah penghalang bagi kerukunan warga di Sedahan Jaya.

​"Kita di sini berbaur dengan umat lain. Toleransi tetap dijaga agar semua bisa menjalankan ibadah dengan tenang," tuturnya.

Puncak Nyepi akan dilaksanakan selama 24 jam penuh, mulai dari 19 Maret pukul 06.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB. Selama periode ini, umat Hindu wajib menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni larangan untuk tidak menyalakan api atau listrik, tidak bekerja atau melakukan aktivitas fisik, Tidak bepergian keluar rumah, dan tidak mencari hiburan.


​Setelah masa 24 jam berakhir, umat akan merayakan Ngembak Geni, di mana aktivitas kembali normal dan diisi dengan silaturahmi antarwarga. (AR)

Tinggalkan Komentar

Back Next