| Kepala Dinas Kesehatan yang juga Plt. Kepala RSUD dr Agosdjam Ketapang, dr Feria Kowira saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya (MediaDialog/Jumadi Timur) |
MediaDialog.id – Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun yang diduga menjadi korban kekerasan oleh calon ayah tirinya di Kelurahan Mulia Baru, Kabupaten Ketapang, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, dr. Feria Kowira, mengatakan kondisi pasien masih belum stabil dan terus dipantau secara ketat oleh tim medis.
“Pasien masih dirawat intensif di ICU dan ditangani oleh tim medis yang terdiri dari dokter spesialis anak, spesialis ortopedi, serta tim ICU,” ujar dr. Feria saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis berupa CT scan dan rontgen, ditemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban, di antaranya memar di beberapa bagian tubuh serta patah tulang.
Meski demikian, dr. Feria menyebut tindakan operasi belum dapat dilakukan karena kondisi korban belum memungkinkan.
“Secara medis ada indikasi perlunya tindakan operasi. Namun, karena kondisi pasien belum stabil, tindakan tersebut belum bisa dilaksanakan. Fokus kami saat ini adalah menstabilkan kondisi pasien terlebih dahulu,” jelasnya.
Menurutnya, korban pertama kali dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang pada Rabu (14/1/2026) dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Tim medis langsung melakukan penanganan darurat serta berkoordinasi dengan dokter spesialis terkait sejak pasien tiba di rumah sakit.
Terkait penyebab luka yang dialami korban, dr. Feria menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
“Untuk penyebab pasti luka-luka tersebut, itu merupakan ranah pihak yang berwajib,” tegasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan seorang pria berinisial R (27) yang merupakan calon ayah tiri korban.
Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Ketapang guna mendalami dugaan tindak kekerasan terhadap anak tersebut. (Jumadi Timur)
Trending