Kemarau Ekstrem 38 Hari, Karhutla Ketapang Makin Sulit Dipadamkan

Bupati Ketapang , Alexander Wilyo saat diwawancari awak media (ist)
Mediadialog.id — Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Ketapang, kian mengkhawatirkan. Hanya dalam hitungan hari, kobaran api telah melalap sejumlah area, menewaskan seorang warga, menghanguskan kawasan wisata Bukit Kuri, serta memicu kabut asap yang mengancam kesehatan masyarakat.

​Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengungkapkan bahwa kemarau ekstrem menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran api. Wilayah Ketapang mencatatkan periode tanpa hujan terlama di Kalbar.

​"Ketapang menjadi daerah dengan periode kemarau terlama di Kalimantan Barat. Sudah 38 hari tidak turun hujan", kata Alex saat menghadiri Rapat Teknis Penanganan Bencana Asap akibat Karhutla di Posko Satgas Udara Lanud Supadio, Kamis (6/8) Sore.

​Selain kondisi tanah gambut yang mengering, Alex membeberkan sejumlah kendala utama pemadaman di lapangan. Petugas gabungan menghadapi sulitnya pasokan air akibat sumber air yang jauh dari titik api, medan ekstrem dengan akses jalan yang sangat minim.

​Merespons krisis tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang bergerak cepat mengajukan permohonan bantuan darurat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). salah satunya mengusulkan pengerahan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api di medan sulit.

​Alex berharap pemerintah pusat dapat segera memprioritaskan dan merealisasikan bantuan tersebut mengingat potensi penyebaran api masih sangat tinggi selama musim kemarau. (AR)

Tinggalkan Komentar

Back Next