Mediadialog.id — Dampak kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendorong Dewan Mangku Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (DM IKKRAMAT) menggelar Shalat Istisqa.
Ibadah memohon hujan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 07.00 WIB di halaman Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong.
Kegiatan ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam shalat tersebut adalah Ustadz Warman Abdullatif.
Ketua Umum Dewan Mangku IKKRAMAT, Uti Royden Top, menyampaikan bahwa aksi spiritual ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menanggapi kondisi cuaca yang kian mengkhawatirkan.
Menurutnya, langkah spiritual ini tidak perlu menunggu hingga krisis air bersih atau gangguan aktivitas warga menjadi semakin parah.
"Shalat merupakan ibadah kepada Allah SWT dan tidak memerlukan izin manusia," tegas Uti Royden Top.
Ia menambahkan, meski pasokan air minum warga saat ini masih terbantu oleh penyedia air galon, ancaman kekeringan harus disikapi secara bijak dan luas. Keputusan penyelenggaraan ibadah ini merupakan hasil musyawarah antara Dewan Mangku IKKRAMAT, Dewan Sepuh, jajaran pengurus, serta para alim ulama setempat.
Selain itu, IKKRAMAT memberi apresiasi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tumbang Titi yang telah mendahului menggelar Shalat Istisqa di halaman Masjid Besar Al-Hidayah pada Jumat (21/8).
Melalui ikhtiar, istigfar, dan doa bersama ini, masyarakat berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat, membawa kesegaran, serta mengembalikan kesejukan di Kabupaten Ketapang dan sekitarnya. (AR)
Trending