Mediadialog.id - PT PLN (Persero) menyatakan penurunan kemampuan pasok pada sistem kelistrikan Kalimantan Barat disebabkan gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.
Dilansir dari Antaranews.com, Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat Mukhlis Zarkasih, di Pontianak, Sabtu (4/7) mengatakan gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal.
Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN melakukan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai kebutuhan operasional.
Ia menegaskan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara yang saat ini dalam kondisi aman.
Menurut Mukhlis, PLN terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan listrik dari pembangkit milik mitra kerja guna meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
"Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan," katanya.
PLN menyatakan akan menyampaikan perkembangan penanganan gangguan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan serta menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pemulihan berlangsung. (AR)
Trending