Mediadialog.id — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Kayong Utara, Adi Afrianto.
Adi kedapatan bermain ponsel saat pengarahan resmi tingkat nasional secara daring, yang berbuntut perintah mutasi mendadak ke Papua.
Insiden tersebut terungkap melalui potongan video pengarahan yang beredar luas di masyarakat. Dalam video tersebut, Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tampak geram melihat sikap tidak fokus dari pegawai berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut.
"Ini ada Korwil Kabupaten Kayong Utara Adi Afrianto, tolong dicatat Karo SDM. Saya lagi kasih penjelasan, dia main handphone. Saya minta yang bersangkutan dipindah ke Papua. Segera!" tegas Sudaryono dengan nada keras.
Teguran keras pimpinan BGN pusat tersebut langsung direspons oleh Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia (SDM) BGN dan jajaran daerah.
Kepala Regional (Kareg) BGN Provinsi Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, menyatakan siap menjalankan instruksi dari Kepala BGN. Pihaknya kini tengah menyiapkan kelengkapan administrasi terkait pemindahan tugas Adi Afrianto.
"Itu benar (akan dimutasi ke Papua). Saat ini kami masih menunggu surat resmi dari Karo SDM," ujar Agus Kurniawi saat dikonfirmasi, Rabu siang (29/07/2026).
Langkah tegas Kepala BGN ini mendapat dukungan penuh dari para insan pers di Kabupaten Kayong Utara. Sejumlah jurnalis lokal menilai Adi Afrianto selama ini sangat tertutup dan sulit diakses untuk keterbukaan informasi publik, khususnya mengenai tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kayong Utara.
Selain terkesan eksklusif, sikap Adi yang enggan merespons media diduga karena ia merasa memiliki perlindungan kuat dari pihak tertentu.
"Beberapa soal yang hendak dikonfirmasi sangat sulit diperoleh keterangannya. Telepon dan pesan WhatsApp selalu diabaikan dengan kesan sangat sibuk, padahal dia pernah kepergok sedang asyik main game di HP," ungkap salah satu awak media di Kayong Utara.
Para wartawan setempat berharap pejabat Korwil BGN pengganti Adi nantinya bisa bersikap lebih profesional, terbuka, dan merangkul media agar arus informasi terkait program gizi masyarakat dapat tersampaikan dengan lancar transparan. (AR)
Trending