Jelang Idul Adha, Pedagang Daging Sapi Lokal di Delta Pawan Ketapang Keluhkan Sepi Pembeli

Kios Sapi Potong Lokal yang berada di Pasar Melati Kecamatan Delta Pawan (Mediadialog)
Mediadialog.id – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H, kali ini justru dirasa lesu oleh sejumlah pedagang daging sapi lokal di Kota Ketapang.

Tingginya harga daging sapi lokal diduga menjadi pemicu utama sepinya pembeli, membuat masyarakat beralih ke alternatif yang lebih ekonomis.

​Keluhan ini salah satunya datang dari Edi, seorang pedagang daging sapi lokal yang sehari-hari berkios di Pasar Melati, Jl. Juanda, Kecamatan Delta Pawan. 

Ia mengungkapkan terjadinya penurunan drastis jumlah konsumen pada lebaran tahun ini.

​Menurut Edi, harga daging sapi lokal saat ini menembus angka Rp170.000 per kilogram. Tingginya harga tersebut membuat masyarakat lebih memilih membeli daging sapi beku (impor) yang harganya relatif jauh lebih murah.

​"Biasanya kios di sini kalau lebaran tahun-tahun kemarin bisa memotong hingga 5 ekor sapi. Tahun ini turun drastis, jadi 2 ekor bahkan cuma 1 ekor saja. Malahan kios sebelah saya sampai tidak jualan atau tidak memotong sama sekali untuk Iduladha tahun ini," tutur Edi saat diwawancara pada Senin (25/5).

​Kondisi serupa ternyata juga dirasakan pedagang lain. Penurunan omzet juga dikeluhkan oleh Samiri, seorang pedagang daging sapi lokal yang membuka lapak di Pasar Tanah Kayong (Pasar Haji Sani), Jl. KH. Mas Mansyur, Delta Pawan.

​Samiri mengaku lapaknya sepi pembeli jika dibandingkan dengan momen Iduladha tahun-tahun sebelumnya. Meskipun stok daging tersedia, minat beli masyarakat sangan minim.

​"Saya tidak tahu pasti juga kenapa, tapi kalau yang memotong sapi di sini ada beberapa. Hanya saja pembelinya yang kurang. Ini sudah siang tapi daging belum juga habis," ungkap Samiri.

​Untuk menyiasati sepinya pembeli dan menghabiskan stok, Samiri bahkan rela menurunkan harga jualnya jika ada konsumen yang menawar.

​"Kalau harga normal kita jual di Rp170.000 per kilo, tapi kalau ada yang menawar Rp160.000 tetap masih kita kasih (jual)," Tutupnya. (AR)

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Next