Kritik ke Bupati Ketapang Dinilai Tendensius, Panglima Besar Jagadilaga: Jangan Melebar Tanpa Arah

Panglima Besar Jagadilaga, Daniel (MediaDialog/Jumadi Timur)
MediaDialog.id – Panglima Besar Jagadilaga, Daniel, menyoroti adanya kritik dari sejumlah pihak terhadap Bupati Ketapang yang dinilai cenderung tendensius dan menyudutkan, serta tidak fokus pada substansi persoalan.

Menurut Daniel, kritik yang awalnya disampaikan terkait isu buruh justru melebar ke berbagai hal lain seperti kondisi jalan hingga harga pasar, sehingga pesan yang ingin disampaikan menjadi tidak jelas.

“Kami melihat ada pihak-pihak yang menyampaikan kritik, tetapi tidak konsisten pada pokok persoalan. Awalnya soal buruh, namun kemudian melebar ke jalan dan harga pasar. Ini membuat arah kritik menjadi kabur,” ujar Daniel dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara objektif, proporsional, dan berbasis data agar tidak menimbulkan persepsi yang menyesatkan di tengah masyarakat.

“Kalau ingin mengkritik, silakan. Tapi harus jelas, terarah, dan tidak terkesan mencari-cari kesalahan. Jangan sampai kritik justru menjadi tendensius dan menyudutkan tanpa dasar yang kuat,” tegasnya.

Daniel juga mengingatkan agar semua pihak dapat menjaga kondusivitas daerah dengan mengedepankan dialog yang konstruktif, terutama dalam menyikapi isu-isu sensitif seperti ketenagakerjaan.

“Persoalan buruh itu serius dan perlu solusi bersama. Bukan malah dicampuradukkan dengan isu lain yang tidak relevan, sehingga justru membingungkan publik,” tambahnya.

Ia berharap, setiap kritik yang disampaikan ke pemerintah daerah, khususnya kepada Bupati Ketapang, dapat menjadi masukan yang membangun dan mendorong perbaikan kebijakan, bukan sekadar opini yang berpotensi memperkeruh suasana.

“Pada akhirnya, yang kita inginkan adalah Ketapang tetap kondusif dan pembangunan berjalan baik. Kritik boleh, tapi harus bertanggung jawab,” tutup Daniel. (Jumadi Timur)

Tinggalkan Komentar

Back Next