| Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan sambutan saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) di Keraton Matan, Kelurahan Mulia Kerta, Rabu (4/3/2026). (MediaDialog/Ary) |
MediaDialog.id - Suasana penuh kehangatan dan nuansa adat mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) di Keraton Matan, Kelurahan Mulia Kerta, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang dihadiri Bupati Ketapang ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan keluarga besar zuriat serta sesepuh Kerajaan Matan. Kehadiran rombongan bupati disambut dengan prosesi adat kerajaan yang sarat makna budaya Melayu.
Penyambutan diawali dengan atraksi Silat Kutemare, dilanjutkan pengalungan syal kerajaan serta dentuman Meriam Pusaka Padam Pelite yang menambah khidmat suasana. Prosesi kemudian diteruskan dengan ritual Tepung Tawar sebagai simbol doa keselamatan dan penghormatan kepada tamu yang dimuliakan.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan merawat keberagaman sebagai kekuatan daerah.
“Momentum Ramadan seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mempererat kebersamaan. Ketapang adalah rumah besar bagi kita semua, tempat berbagai suku dan agama hidup berdampingan dengan saling menghormati,” ujarnya.
| Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyalakan Meriam Pusaka Padam Pelite saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) di halaman Keraton Matan, Kelurahan Mulia Kerta, Rabu (4/3/2026). Tradisi penyulutan meriam pusaka tersebut menjadi simbol pelestarian sejarah dan budaya Kerajaan Matan menjelang waktu berbuka puasa. |
“Keraton Matan adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama. Nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang akar peradaban kita,” tambahnya.
Menjelang waktu berbuka puasa, bupati turut menyalakan Meriam Pusaka Padam Pelite yang telah berusia ratusan tahun. Tradisi tersebut menjadi simbol pelestarian sejarah yang hingga kini tetap dijaga oleh keluarga besar kerajaan.
Ketua Ikkramat Uti Royden Top mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini rutin dilaksanakan sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin merawat silaturahmi antara keluarga besar Kerajaan Matan dengan pemerintah daerah serta seluruh masyarakat Ketapang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian sejarah dan budaya Keraton Matan yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Ketapang.
Kegiatan buka puasa bersama berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, dihadiri para zuriat Kerajaan Matan, tokoh adat, serta sejumlah undangan lainnya. Tradisi adat yang ditampilkan menjadi pengingat bahwa warisan budaya Melayu tetap hidup dan terus dijaga di tengah masyarakat. (Ary)
Trending