| Komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah Kalimantan Barat, Eka Tri Prasetya (Foto Istimewa) |
MediaDialog.id - Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang berlangsung 12 Januari hingga 12 Februari 2026 tercoreng oleh insiden kecelakaan kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kabupaten Ketapang.
Dalam peristiwa tersebut, dua pekerja dilaporkan meninggal dunia, sementara dua pekerja lainnya selamat meski mengalami kecelakaan serupa.
Kecelakaan kerja itu terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026. Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di lokasi yang sama, setelah pada 2025 lalu juga dilaporkan satu pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.
Momentum Bulan K3 sejatinya menjadi ajang memperkuat budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif di seluruh Indonesia. Namun, tragedi di PLTU Ketapang justru dinilai mencoreng semangat peringatan tersebut.
Komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah Kalimantan Barat, Eka Tri Prasetya, menyayangkan terulangnya kecelakaan kerja di PLTU Ketapang, terlebih terjadi di tengah peringatan Bulan K3.
“Di saat peringatan Bulan K3 2026, dan di samping kebahagiaan PLTU Ketapang atas penghargaan Zero Accident dari Kementerian Ketenagakerjaan RI pada 2025 lalu, justru kembali terjadi kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerja,” kata Eka kepada Wartawan di Ketapang, Senin, (26/1/2026)
Ia menilai, insiden tersebut menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara penghargaan Zero Accident yang pernah diraih dengan kondisi riil di lapangan.
“PLTU Ketapang seharusnya berbenah diri. Pada 2025 lalu sudah ada satu korban meninggal, kini terulang lagi dengan dua korban jiwa. Artinya, kecelakaan kerja ini bukan peristiwa tunggal, tetapi kejadian berulang yang tidak selaras dengan penghargaan itu,” ujarnya.
Eka mendorong agar pihak manajemen PLTU Ketapang bersama instansi berwenang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme dan penerapan standar K3 di lingkungan kerja mereka.
“Kejadian berulang hingga menyebabkan korban meninggal tentu sangat disayangkan. Ada ketidaksinkronan antara penghargaan yang diterima dengan praktik di lapangan. Kami berharap PLTU Ketapang bersikap transparan dan terbuka kepada publik terkait insiden ini,” tegasnya.
Ia berharap tragedi tersebut menjadi momentum evaluasi bersama agar kecelakaan kerja serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (Jumadi Timur)
Tags:
#Daerah
#K3
#Kalbar
#Kecelakaan Kerja
#Ketapang
#Kokam
#PLTU Ketapang
#PT Nusantara Power Services
Trending