| Sales Brand Manager BBM Pertamina Wilayah Ketapang dan Kayong Utara, R.F Prambudi (tengah) (mediadialog/ist) |
Mediadialog.id — PT Pertamina (Persero) menyampaikan permohonan maaf terbuka atas terjadinya antrean panjang dan terbatasnya ketersediaan BBM jenis Pertalite yang melanda wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, beberapa waktu terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Sales Brand Manager BBM Pertamina Wilayah Ketapang dan Kayong Utara, R.F. Prambudi, saat menemui massa aksi dari Aliansi Cipayung Plus dan Pemuda se-Kabupaten Ketapang di Fuel Terminal (Jobber) Ketapang, Rabu (14/10/2026).
"Kami meminta maaf atas kegaduhan yang telah terjadi di Kabupaten Ketapang. Pertamina berkomitmen mengatasi persoalan ini dan mencegah agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Prambudi di hadapan massa aksi.
Prambudi menjelaskan, gangguan pasokan BBM bersubsidi ini dipicu oleh keterlambatan kapal pengangkut Pertalite yang membawa muatan sebanyak 2.500 kiloliter (KL) atau setara 2,5 juta liter.
Saat ini, kapal tanker tersebut sudah berada di perairan dan sedang dalam pelayaran menuju Ketapang. Kapal dijadwalkan dapat bersandar di Jobber Ketapang pada Jumat, 16 Oktober 2026.
"Kami berharap tidak ada kendala lebih lanjut agar tanggal 16 ini kapal bisa bersandar dan mengatasi antrean panjang di Kabupaten Ketapang," tambahnya.
Guna mengantisipasi kekosongan pasokan menjelang kedatangan kapal, Pertamina telah menyiagakan sejumlah langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan BBM di Ketapang, diantaranya dengan mengupayakan pendorongan pasokan BBM dari Integrated Terminal (IT) Pontianak dan Pangkalan Embun dan mengalokasikan tambahan kuota BBM untuk Ketapang sebesar 1,4 persen untuk periode semester kedua tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Pertamina juga meluruskan kabar burung yang menyebutkan bahwa alokasi BBM bersubsidi lebih banyak diserap oleh pihak perusahaan atau industri dibandingkan masyarakat umum.
Prambudi menegaskan bahwa porsi penyaluran Pertalite dari Jobber Ketapang diprioritaskan sepenuhnya untuk masyarakat luas.
Per hari ini, Pertalite yang keluar dari Jobber mencapai 316 kiloliter untuk masyarakat Ketapang. Sementara untuk perusahaan hanya 1 kiloliter per hari," tegasnya membantah.
Aksi penyampaian aspirasi dari Aliansi Cipayung Plus dan Pemuda se-Kabupaten Ketapang tersebut berlangsung dengan tuntutan utama agar pemerintah dan Pertamina segera menghadirkan solusi konkret dan permanen atas masalah kelangkaan BBM yang sangat memberatkan aktivitas harian masyarakat.
Pertamina optimistis setelah kapal bersandar pada 16 Oktober, distribusi BBM di SPBU Ketapang akan kembali normal. (AR)
Trending