Bupati Ketapang Terima Audiensi Aliansi Cipayung Plus, Bahas Krisis BBM hingga Karhutla

Bupati Ketapang Alexander Wilyo audiensi bersama Aliansi Cipayung Plus dan pemuda Ketapang Di Ruang Rapat Kantor Bupati / Mediadialog(ist)
Mediadialog.id — Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menerima audiensi dari Aliansi Cipayung Plus dan Pemuda se-Kabupaten Ketapang di Ruang Rapat Kantor Bupati Ketapang pada Rabu (14/10/2026). 

Pertemuan ini digelar untuk membahas berbagai persoalan mendesak yang melanda daerah, mulai dari krisis bahan bakar minyak (BBM) hingga dampak kemarau panjang.

​Dalam audiensi tersebut, perwakilan mahasiswa menyerahkan sejumlah tuntutan dan masukan kritis sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat Ketapang saat ini. Beberapa isu utama yang disuarakan antara lain kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang di SPBU, ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta krisis air bersih.

​Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ketapang, Firmansyah, selaku pembaca tuntutan aliansi, menyoroti langkah konkret dan kewenangan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan BBM.

​"Mempertanyakan langkah maupun kewenangan Pemerintah Eksekutif dalam mengatasi persoalan kelangkaan BBM dan antrean panjang BBM di Ketapang," tegas Firmansyah dalam aspirasinya.

Tuntutan utama yang diusung oleh Aliansi Cipayung Plus mencakup beberapa aspek krusial terkait pelayanan publik dan penanganan bencana. Pertama, mereka mendorong langkah nyata dari pemerintah daerah guna mengatasi kelangkaan serta antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di SPBU. 

​Terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mereka mendesak akuntabilitas dan kejelasan proses serta rencana penggunaan Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp20 miliar. Perlindungan bagi para pekerja di lapangan juga menjadi perhatian, di mana mereka menuntut jaminan kepastian pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh petugas pemadam karhutla, baik dari unsur pemerintah maupun swasta. 

Terakhir, mereka menekankan pentingnya langkah-langkah mitigasi sejak awal oleh pemda untuk mengantisipasi berulangnya krisis BBM dan bencana karhutla di masa mendatang.

​Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyambut baik aspirasi dari kalangan mahasiswa dan pemuda. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak pernah mengabaikan berbagai kendala yang dialami warga.

​"Pemerintah daerah tidak mengabaikan persoalan yang dirasakan masyarakat. Setiap aspirasi terus didengar, setiap persoalan terus dipetakan, dan setiap langkah penanganan harus memiliki arah yang jelas. Yang terpenting bukan sekadar membahas masalah, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencari jalan keluar," ujar Alexander Wilyo.

​Mengenai kelangkaan BBM, Alex menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai distribusi agar penyalurannya tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Sementara terkait karhutla, penanganan fokus difokuskan pada upaya pencegahan, deteksi dini, dan kesiapsiagaan bersama. (AR)

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Next