| Massa aksi dari Kamerad Sepades, Solmadapar serta aliansi masyarakat unjuk rasa dikantor camat batu ampar (Mediadialog/ist) |
Gelombang protes terkait ketimpangan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Namun, suasana aksi diwarnai rasa kecewa dari para peserta demonstrasi. Pasalnya, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, PT PLN (Persero), dan PT Pertamina yang diharapkan hadir untuk berdialog langsung dan mencari jalan keluar justru absen dari lokasi.
Koordinator Lapangan Aksi, Sulthan Daulad Akbar, menyayangkan ketidakhadiran para pemangku kebijakan tersebut. Padahal, pihak aliansi telah melayangkan surat undangan resmi jauh-jauh hari agar instansi terkait dapat memberikan penjelasan terbuka serta solusi konkret bagi warga desa di Kecamatan Batu Ampar.
"Rakyat sedang membutuhkan pemerintah untuk hadir, menjawab, dan mencarikan solusi yang solutif bagi masyarakat desa-desa di Kecamatan Batu Ampar. Tapi mereka hadir ketika hanya butuh suara, ketika rakyat bersuara mereka menjadi tunarungu bahkan tunanetra," ujar Sulthan, Selasa (20/10/2026).
Sulthan menegaskan bahwa aliansi masyarakat dan mahasiswa tidak ingin tuntutan ini berhenti hanya sebatas penyampaian aspirasi tanpa ada tindak lanjut yang nyata. Menurutnya, pemerintah daerah dan pihak BUMN terkait seharusnya memiliki keberanian untuk turun langsung menyerap aspirasi dan menyelesaikan persoalan kebutuhan dasar warga.
Sebagai langkah konkret atas ketidakjelasan respons tersebut, massa mengancam akan membawa eskalasi gerakan yang lebih besar menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
"Kami akan datang dengan eskalasi massa ke pemerintah kabupaten dan melakukan aksi lanjutan. Kami berharap pihak terkait berani sebagai pemimpin untuk datang menghampiri masyarakat dan membahas persoalan yang ada," tutup Sulthan. (AR)
Trending