Mediadialog.id – Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap tipis mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang, menyusul melonjaknya jumlah titik panas (hotspot).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat periode Senin (3/8/2026) pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB, Kabupaten Ketapang bertengger di posisi puncak sebagai wilayah penyumbang hotspot terbanyak di Kalbar, yaitu mencapai 221 titik panas.
Kota Ketapang pada Senin sore menunjukkan jerebu atau partikel abu sisa kebakaran mulai berterbangan di udara. Kabut asap tipis juga terlihat makin pekat, terutama pada pagi dan sore hari.
Dampak dari memburuknya kualitas udara ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Ade (25), warga Ketapang, mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya mulai terserang gangguan pernapasan.
"Asap dan jerebu ni terasa mengganggu terutama saat keluar rumah. Saya dan keluarga bahkan sudah mulai batuk-batuk. Nampaknya sudah harus pake masker lagi lah kalau beraktivitas diluar " ujar Ade.
Melonjaknya grafik hotspot di Ketapang sejalan dengan penetapan status Siaga Darurat Bencana Asap di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Potensi karhutla diperkirakan masih tinggi seiring dengan puncak musim kemarau. (AR)
Trending