Dilansir dari Antaranews.com, Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, dalam keterangannya pada Senin (16/02/2026), mengatakan, ada peningkatan nilai ekspor ke beberapa negara seperti Amerika Serikat yang menjadi pasar utama dengan nilai ekspor sebesar 1,99 miliar dolar AS atau Rp33,5 triliun (31,8 persen dari total).
Di posisi kedua ada China sebesar 1,22 miliar dolar AS atau Rp20,5 triliun (19,5 persen), diikuti negara-negara anggota ASEAN 1 miliar dolar AS atau Rp16,8 triliun (16,0 persen), Jepang 613,65 juta dolar AS atau Rp10,3 triliun (9,8 persen), dan Uni Eropa 451,72 juta dolar AS atau Rp7,6 triliun (7,2 persen).
“Nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat 4,7 persen dibanding tahun sebelumnya, begitu juga ke ASEAN (16,7 persen), Jepang (2,5 persen), dan Uni Eropa (9 persen),” Ujar Machmud.
Ia menyampaikan, udang menjadi komoditas ekspor utama dengan nilai 1,87 miliar dolar AS atau Rp31,5 triliun (29,8 persen dari total ekspor).
Disusul tuna-cakalang sebesar 1,04 miliar dolar AS atau Rp17,5 triliun (16,5 persen), cumi-gurita-sotong 889,73 juta dolar AS atau Rp14,9 triliun (14,2 persen), Kepiting-rajungan 507,74 juta dolar AS atau Rp8,6 triliun (8,1 persen), dan rumput laut 315,62 juta dolar AS atau Rp5,3 triliun (5,0 persen).
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) , menunjukkan neraca perdagangan produk perikanan yang positif sepanjang 2025 ini.
Menurut BPS, Neraca dagang produk perikanan RI mengalami surplus 5,60 miliar dolar AS atau Rp94,2 triliun, naik 3,0 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain pencapaian di nilai ekspor, Machmud mengatakan bahwa KKP juga berhasil menekan impor produk perikanan dari negara lain.
“Kami terus berkomitmen menjaga Indonesia untuk tetap menjadi negara nett exporter produk perikanan,” Pungkasnya. (AR)
Sumber: https://m.antaranews.com/berita/5419610/nilai-ekspor-produk-perikanan-capai-rp1055-triliun-pada-2025?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_category
Trending