| Tim gabungan berjibaku padamkan api yang melanda area konservasi milik PT KALE di Matan Hilir Utara Ketapang (mediadialog/ist) |
Mediadialog.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi. Api membakar sekitar 10 hektare kawasan High Conservation Value (HCV) seluas 1.323 hektare milik PT KALE (anak perusahaan First Resource Group) di Dusun 2, Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, kabupaten Ketapang pada Sabtu (19/9/2026).
Proses pemadaman menghadapi kendala cukup berat akibat cuaca panas, angin kencang, dan minimnya sumber air. Kebakaran diduga berasal dari lokasi gambut bekas terbakar sebelumnya yang kembali membesar akibat angin kencang.
Pemadaman dimulai pukul 14.30 WIB dengan memobilisasi tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ketapang, AKBP Putra Pratama.
“Begitu menerima informasi kebakaran, kami langsung bergerak bersama TNI, personel BKO Brimob Polda Bali, Polsek Matan Hilir Utara, dan tim pemadam perusahaan untuk melakukan penanganan di titik-titik api,” ujar AKBP Putra Pratama di lokasi kejadian.
Proses pemadaman yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB tersebut mengerahkan berbagai armada dan perlengkapan utama, antara lain satu unit mobil Damkar PT KALE, dua mobil tangki PT KALE, satu unit mobil Damkar TNI, dua mesin Damkar Polsek Matan Hilir Utara, serta 40 gulung selang dan lima nosel.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Tim tetap melakukan proses pendinginan (cooling down) dan groundcheck secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api tersisa di bawah permukaan lahan.
“Kami tidak hanya mengejar padamnya api. Personel tetap melakukan pendinginan dan pengecekan ulang terhadap titik yang berpotensi menyimpan bara agar api tidak kembali muncul,” tutup Kapolres. (AR)
Trending