Keracunan MBG di Marau Meluas, Korban Capai 340 Orang, Dua Pasien Dirujuk ke RSUD Ketapang

Ratusan pelajar dan warga terpaksa menjalani perawatan darurat akibat dugaan keracunan MBG di Kecamatan Marau, Ketapang. Hingga Jumat (6/2/2023) siang, total korban mencapai 340 orang (MediaDialog/Ary)
MediaDialog.idJumlah korban dugaan keracunan makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh dapur Yayasan Surya Gizi Lestari di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, kembali bertambah.

Hingga Jumat (6/2/2026) pukul 11.30 WIB, total jumlah korban yang dirawat di fasilitas kesehatan setempat tercatat mencapai 340 orang.

Ratusan korban tersebut saat ini ditangani di Puskesmas Marau dan sekitarnya. Namun, dua orang pasien terpaksa dilarikan ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang karena kondisi kesehatannya tidak dapat ditangani oleh fasilitas medis di puskesmas setempat.
Suasana penanganan korban dugaan keracunan makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Puskesmas Marau. Jumlah korban tercatat mencapai 340 orang, dua di antaranya dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang (MediaDialog/Ary)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, turun langsung ke Kecamatan Marau untuk memantau sekaligus menangani kasus tersebut. Ia memastikan pelayanan medis bagi para korban terus berjalan optimal.

“Untuk saat ini, sebagian besar korban masih dapat ditangani di Puskesmas Marau. Namun terdapat dua pasien yang harus kami rujuk ke RSUD dr. Agoesdjam karena membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujar dr. Feria saat dikonfirmasi KalbarOnline, Jumat siang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, korban keracunan terdiri dari berbagai jenjang pendidikan dan unsur pelaksana MBG. Rinciannya, siswa SD sebanyak 9 orang, siswa SMP 144 orang, siswa SMA 73 orang, siswa SMK 101 orang, petugas MBG 6 orang, serta guru 7 orang.
Korban dugaan keracunan massal MBG memadati area Puskesmas Marau, Ketapang, Jumat (6/2/2026). Dinas Kesehatan mencatat 340 orang terdampak dalam peristiwa tersebut (MediaDialog/Ary)
dr. Feria menjelaskan, seluruh obat-obatan dan peralatan medis di Puskesmas Marau dalam kondisi siap. Penanganan dilakukan melalui kerja sama lintas sektoral bersama Forkopimcam Kecamatan Marau.
" Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kerjasamanya yang baik," ucapany.

Sejumlah korban dilaporkan telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang terus melakukan pemantauan dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (Ary)

Tinggalkan Komentar

Back Next