| Suasana Rawat Inap Puskesmas Marau, Kabupaten Ketapang, dipadati siswa dan warga yang mendapat perawatan akibat dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (5/2/2026) malam. (MediaDialog/Ary) |
Dugaan sementara, keracunan massal tersebut dipicu menu perkedel tahu yang diolah oleh dapur Yayasan Surya Gizi Lestari.
Peristiwa ini dibenarkan Kepala Program MBG Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi. Ia mengatakan gejala mulai dirasakan setelah para siswa dan guru menyantap menu MBG yang didistribusikan pada Rabu (4/2/2026).
“Iya benar, beberapa siswa dan guru mengalami mual, muntah, dan lemas usai menyantap menu MBG. Menu yang disajikan saat itu yakni nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi putih dan wortel, serta puding,” ujar Agus Kurniawi saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026) malam.
Agus menjelaskan, laporan baru diterima pihaknya pada Kamis pagi setelah banyak siswa tidak masuk sekolah karena mengalami keluhan kesehatan.
“Ini akibat menu yang didistribusikan pada hari Rabu kemarin. Untuk hari ini, distribusi MBG dihentikan sementara karena kami fokus pada penanganan siswa yang dirawat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Marau Riam Batu Gading yang dikelola Yayasan Surya Gizi Lestari telah beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani sebanyak 1.859 penerima manfaat.
“SPPG tersebut kami hentikan sementara operasionalnya hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan uji sampel makanan keluar,” tegas Agus.
Saat ini, pihak MBG bersama SPPG Ketapang Marau Riam Batu Gading fokus melakukan pendataan serta pengobatan terhadap siswa dan guru yang dirawat di Puskesmas Marau. Seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyelenggara.
“Atas nama Kepala MBG Region Kalbar, saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, para siswa, dan orang tua yang terdampak. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi kami ke depan,” ucapnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang pada pukul 17.00 Wib jumlah siswa dan guru yang terdampak mencapai 162 orang. (Ary)
Trending