Lapas Ketapang Overkapasitas Hingga 500 Persen, Pihak Lapas Harapkan Pembangunan Rutan Baru

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang (1st)
Mediadialog.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang, Kalimantan Barat, saat ini tengah menghadapi masalah krisis kapasitas hunian yang signifikan. 

Jumlah warga binaan yang menghuni fasilitas tersebut tercatat telah membengkak hingga lebih dari lima kali lipat dari batas ideal.

​Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Kelas IIB Ketapang, Gerry Tri Aryadi, mengungkapkan bahwa daya tampung ideal Lapas Ketapang sebenarnya hanya untuk 200 orang.
Namun, saat ini jumlah penghuni di dalamnya sudah membengkak hingga mencapai 1.069 orang.

​"Jangankan fasilitas mewah, daya tampung kita di sini itu seharusnya hanya 200 orang, sedangkan yang ada di dalam saat ini ada 1.069 orang," kata Gerry.

​Gerry pun menepis isu mengenai keberadaan fasilitas mewah di dalam lapas. Ia menegaskan bahwa dengan kondisi overcrowded saat ini, Jangankan fasilitas mewah, sarana dasar yang ada pun harus berbagi dengan jumlah penghuni yang sangat masif.

​"Untuk di tempat kita, di Lapas Kelas IIB Ketapang tidak ada fasilitas yang mewah, baik untuk warga binaan maupun kita para penjaga," tegasnya.

​Keterbatasan tidak hanya dirasakan pada blok hunian warga binaan, tetapi juga pada sarana penunjang petugas keamanan. Gerry membeberkan bahwa kondisi fasilitas rumah dinas bagi pegawai lapas juga tergolong memprihatinkan dan membutuhkan perhatian perbaikan.

​"Rumah dinas kita aja, kalau kita lihat tadi dari luar, bisa kita lihat dan nilai, cukup memprihatinkan," ungkap Gerry.

​Menghadapi persoalan penumpukan penghuni ini, pihak Lapas Kelas IIB Ketapang mendorong adanya solusi jangka panjang dari pemerintah. Salah satu langkah konkret yang diharapkan adalah usulan pembangunan Rumah Tahanan Negara (Rutan) baru di wilayah Kabupaten Ketapang guna memecah kepadatan warga binaan.

​"Untuk saat ini, kita masih terus berharap bahwa Kabupaten Ketapang bisa ada pembangunan Rutan baru, jadi tidak ada penumpukan seperti ini," pungkasnya. (AR)

Tinggalkan Komentar

Back Next