| Aksi sosial salurkan 32.000 liter Air siap minum kepada masyarakat terdampak Kekeringan, kolaborasi antara BGA,KADIN,BRIMOB,POLRES KETAPANG,PWI dan KAWAN Ketapang (mediadialog/ist) |
Mediadialog.id — kolaborasi lintas organisasi dan instansi dalam bentuk aksi kemanusiaan berupa penyaluran 32.000 liter air siap minum digelar di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin (5/10/2026) dan Rabu (7/10/2026).
Pada hari pertama penyaluran, sebanyak 16.000 liter air langsung didistribusikan kepada warga di Jalan Restu Ibu, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan.
Social Expert PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA), Riscki Dwi Manurung, menjelaskan bahwa aksi sosial ini lahir dari bentuk kepedulian bersama terhadap krusialnya kebutuhan air bersih warga.
"Rabu besok kita jadwalkan akan disalurkan di Kampung Sampit Dalam," ujar Riscki.
Riscki menambahkan, gerakan ini menggalang sinergi lintas sektor yang melibatkan BGA, KADIN, Brimob, Polres Ketapang, PWI Ketapang, serta Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang.
Ketua PWI Ketapang, Supriadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk merespons dampak kekeringan yang melanda kawasan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan insan pers tidak hanya sebatas pemberitaan, tetapi juga wujud empati sosial.
"Kolaborasi ini merupakan langkah nyata kami bersama BGA, KADIN, Polres, dan Brimob untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Bagi kami di PWI Ketapang, keterlibatan insan pers bukan hanya soal menyajikan berita, melainkan wujud kepedulian dan empati sosial untuk hadir langsung memenuhi kebutuhan dasar warga akan air bersih," Ujar Supriadi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, berharap sinergi ini dapat mempercepat bantuan bagi warga yang paling membutuhkan.
"Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, semua pihak bisa mengambil peran," tegasnya.
Air yang dibagikan kepada warga dipastikan terjamin kualitasnya karena diproses langsung menggunakan armada Water Treatment milik Satuan Brimob.
Operator mobil Water Treatment, AIPDA Catur Yulianto, memaparkan bahwa fasilitas bergerak ini mampu menyuling air baku menjadi air yang aman dan langsung dapat dikonsumsi.
Untuk memproses 8.000 liter air baku hingga siap minum, dibutuhkan waktu penyulingan sekitar tiga jam dengan tingkat keasaman (pH) ideal di angka 7,4.
"Selain air tawar, mobil Water Treatment ini juga mampu mengolah air asin menjadi air tawar yang siap dikonsumsi. Untuk air asin, kapasitas produksi sekitar 400 liter per jam. Kalau air bakunya dari air tawar, dapat diproses hingga 2.000 liter per jam," terang Catur. (AR)
Trending